banner 728x250

Dulu Dipandang Sebelah Mata, Kini Kambing Jerabang Ponorogo Berharga Puluhan Juta

banner 120x600
banner 468x60

Foto : Prokopim / ​Plt. Bupati Ponorogo Bunda Lisdyarita buka kontes Kambing Jerabang

​PONOROGO MAKNAJATIM – Lapangan Jepun, Desa Balong, mendadak merah membara. Bukan karena aksi massa, melainkan kehadiran ratusan ekor kambing dengan bulu cokelat kemerahan khas yang memadati area Kontes Regional Jawa Kambing Jerabang, Minggu (5/4/2026).

banner 325x300

​Ajang perdana yang diinisiasi oleh komunitas Peternak Kidul Kutho (Parkitho) ini tidak hanya menjadi panggung pamer keindahan ternak, tetapi juga simbol “naiknya kelas” kambing lokal di mata nasional.

​Plt. Bupati Ponorogo, Bunda Lisdyarita, yang membuka langsung acara tersebut, tak bisa menyembunyikan kekagumannya.

Beliau melihat potensi besar di balik kerumunan peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Trenggalek, Kediri, hingga Pati.

​”Event ini bukan sekadar lomba. Ini adalah sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal kualitas kambing Jerabang.

Melihat antusiasme yang luar biasa, Insyaallah Pemkab Ponorogo berkomitmen menjadikan kontes ini sebagai agenda tahunan,” ujar Bunda Lisdyarita optimis.

Ketua Panitia, Hari Adi, menjelaskan bahwa Jerabang adalah primadona hasil persilangan cerdas antara kambing Jawa Randu dan kambing lokal hitam putih.

​Keunggulan Kambing Jerabang:

​Warna Ikonik: Bulu dominan cokelat kemerahan yang terlihat mewah.

​Postur Gagah: Ukuran tubuh yang relatif lebih besar dan tegap dibanding kambing lokal biasa.

​Nilai Jual: Dulu dipandang sebelah mata, kini harga jualnya melambung tinggi berkat kualitas genetik yang terjaga.

​Sebanyak sembilan kategori dipertandingkan, mulai dari kelas anakan (E, D, C) hingga kelas dewasa (B dan A) untuk jantan maupun betina.

Tim juri bekerja ekstra ketat dengan parameter penilaian yang detail:

​Estetika Kepala: Bentuk tanduk, telinga, dan glambir.

​Kualitas Fisik: Postur tubuh, kekokohan kaki, dan bentuk ekor.

​Karakter Ras: Kesesuaian warna bulu cokelat kemerahan yang khas.

Dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah, persaingan menjadi sangat kompetitif namun tetap suportif di antara para peternak.

​Juara I: Trofi + Uang Pembinaan Rp1.500.000

​Juara II: Trofi + Uang Pembinaan Rp1.000.000

​Juara III: Trofi + Uang Pembinaan Rp750.000

​Melalui kontes ini, Parkitho berharap para peternak semakin bersemangat memperbaiki kualitas genetik ternak mereka.

Harapannya, sektor peternakan lokal tidak hanya menjadi penggerak ekonomi mikro di desa, tetapi juga menjadi daya tarik wisata agroprener yang mampu menarik pengunjung dari lintas provinsi ke Kabupaten Ponorogo.

Editor : Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *