Foto : TGX / Bunda Novita ini “ngubek” desa di Kecamatan Munjungan buat nemuin ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT)
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Siapa bilang urusan dapur cuma soal masak-memasak? Di tangan Ketua TP PKK Trenggalek, Novita Hardini, urusan dapur bisa jadi senjata ampuh buat melawan mahalnya harga pangan.
Kamis (12/2), sosok yang akrab disapa Bunda Novita ini “ngubek” desa di Kecamatan Munjungan buat nemuin ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT).
Bukan cuma sekadar seremoni potong pita, Bunda Novita langsung turun ke lapangan dengan gaya bicaranya yang blak-blakan tapi ngemong.
Manfaatkan sejengkal tanah di depan rumah. Novita pengen ibu-ibu di Munjungan nggak dikit-dikit lari ke pasar kalau cuma butuh cabai atau sawi.
”Kalau di depan rumah sudah ada cabai sama tomat, uang belanja kan bisa utuh. Bisa buat tambahan tabungan anak sekolah,” celetuknya yang langsung disambut anggukan setuju para ibu.
Nggak cuma soal tanam-menanam, Bunda Novita juga bawa solusi buat isu yang bikin pusing petani: Pupuk mahal dan langka. Caranya? Jangan buang sampah dapur sembarangan.
Melalui manajemen yang apik, sampah organik rumah tangga didorong buat diolah jadi pupuk cair maupun padat.
Solusi Mandiri: Petani nggak perlu ketergantungan pupuk subsidi yang sering susah dicari.
Ramah Lingkungan: Mendukung gerakan Net Zero Carbon Kabupaten Trenggalek.
Ekonomi Kreatif: Limbah yang dulunya bau, kalau diolah bisa jadi ladang cuan buat KWT.
Di akhir kunjungannya, Novita menitipkan pesan buat Ketua TP PKK di tingkat Kecamatan. Ia ingin mereka jadi ‘Ibu Asuh’ bagi KWT yang ada di wilayahnya.
Tujuannya jelas, supaya gerakan mengolah limbah dan kemandirian pangan ini nggak cuma “hangat-hangat tahi ayam”, tapi terus jalan dan merata di seluruh pelosok Trenggalek.
Editor : Dahono


















