Foto : Prokopim / Bupati melepas keberangkatan 9 pemuda terbaik asal Bumi Menak Sopal untuk menempuh pendidikan D2 gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan
TRENGGALEK MAKNAJATIM – Semangat membara menyelimuti Ruang Paringgitan Pendopo Manggala Praja Nugraha, Selasa (10/2). Bupati Trenggalek, Bupati Nur Arifin secara resmi melepas keberangkatan 9 pemuda terbaik asal Bumi Menak Sopal untuk menempuh pendidikan D2 gratis di University of Gyeongnam Namhae, Korea Selatan.
Program ini bukan sekadar beasiswa biasa, melainkan langkah nyata kerja sama Pemkab Trenggalek dengan universitas di Korea Selatan yang menjamin penempatan kerja langsung bagi para peserta setelah lulus nanti.
Dari total 16 peserta yang diberangkatkan dari seluruh Indonesia, Trenggalek mendominasi dengan mengirimkan 9 orang wakilnya. Hal ini membuktikan kualitas SDM pemuda Trenggalek yang mampu bersaing di kancah internasional.
Bahkan, salah satu peserta asal Desa Bendoagung, Kecamatan Kampak, Arya Bayu Adi Permana, berhasil menyabet predikat terbaik dengan nilai Transfer Perfect.
”Kemarin pihak Korea memberi kabar ke saya, mereka memuji anak-anak Trenggalek pintar-pintar. Saya sangat bangga,” ujar Mas Ipin dengan raut wajah sumringah.
Para pemuda ini akan mendalami bidang strategis yang sangat dibutuhkan dunia industri saat ini, yaitu:
Teknik Pertahanan
Artificial Intelligence (AI)
Menariknya, lokasi universitas di Gyeongnam memiliki topografi yang sangat mirip dengan Trenggalek—wilayah pesisir yang dikelilingi perbukitan dan pantai.
Mas Ipin berharap kemiripan ini membuat mereka merasa “di rumah” namun tetap membawa pulang visi kemajuan.
Kisah haru datang dari Sulam, seorang petani asal Desa Ngerdani, Dongko. Ia tak kuasa membendung rasa syukur melihat putrinya bisa terbang ke luar negeri tanpa biaya.
”Jika pakai biaya pribadi, kami tidak mampu. Saya berterima kasih kepada Bapak Bupati karena program ini benar-benar gratis dan nyata,” ungkap Sulam.
Senada dengan itu, Arya Bayu yang merupakan lulusan SMKN 1 Trenggalek, mengaku bahwa mimpi bekerja di Korea yang ia pendam sejak SMP akhirnya terwujud melalui jalur pendidikan ini. Seluruh proses, mulai dari kursus bahasa hingga pengurusan visa, difasilitasi penuh.
Bupati Arifin memproyeksikan program ini sebagai investasi jangka panjang. Ia membayangkan 30-50 tahun ke depan, para pemuda yang kembali dari Korea ini akan menjadi motor penggerak Trenggalek sebagai kota yang dinamis dan maju.
”Pesan saya, manfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Belajar dan bekerjalah dengan baik. Pulanglah dengan membawa kebermanfaatan bagi Kabupaten Trenggalek,” pungkas Mas Ipin.
Ke-9 pemuda tersebut dijadwalkan terbang ke Korea Selatan pada awal Maret mendatang untuk memulai babak baru dalam hidup mereka.
Editor : Dahono


















