banner 728x250

Gempa M 6,4 Guncang Selatan Jawa, Tak Berpotensi Tsunami

banner 120x600
banner 468x60

Foto : Tangkapan layar BMKG

​TRENGGALEK MAKNAJATIM – Wilayah Jawa Timur bagian selatan diguncang gempa bumi tektonik cukup kuat pada Jumat dini hari.

banner 325x300

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan Magnitudo 6,4 (yang kemudian diperbarui menjadi M 6,5 oleh beberapa sumber) terjadi pada pukul 01:06:10 WIB.

​Pusat gempa (episenter) terletak di koordinat laut, sekitar 90 km Tenggara Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman dangkal 10 km. Berdasarkan analisis pemodelan, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

​​Guncangan dirasakan secara luas di wilayah Jawa Timur hingga Jawa Tengah dengan rincian Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) sebagai berikut:

​Skala IV MMI: Pacitan, Bantul, dan Sleman (Terasa nyata di dalam rumah, seperti truk berlalu).

​Skala III MMI: Trenggalek, Kulon Progo, Wonogiri, Malang, Blitar, dan Cirebon.
​Skala II MMI: Surakarta.

​Hingga pukul 06.00 WIB, laporan dampak kerusakan mulai diterima oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD):

​Kabupaten Pacitan: Sebagai wilayah terdekat, kerusakan fisik dilaporkan terjadi di Lingkungan Kebon, Kelurahan Ploso, di mana sebagian rumah warga runtuh. Kerusakan juga terpantau di Desa Kembang dan Desa Kedungbendo (Kecamatan Arjosari).

​Kabupaten Trenggalek: Meski warga sempat berhamburan keluar rumah, BPBD setempat melaporkan belum ada korban jiwa atau kerusakan berat. Namun, terdapat laporan awal mengenai kerusakan atap di Kantor Kecamatan Dongko yang saat ini masih dalam proses verifikasi.

​Wilayah Lain: Di Ponorogo dan Yogyakarta, guncangan terasa kuat hingga menggetarkan benda-benda gantung, namun hingga saat ini belum ada laporan kerusakan infrastruktur yang signifikan.

Himbauan BMKG
Tetap Tenang: Hindari terpancing isu yang tidak bertanggung jawab.

​Periksa Hunian: Pastikan bangunan rumah tidak mengalami retakan struktural yang membahayakan sebelum masuk kembali.

​Waspada Instalasi: Periksa instalasi listrik dan gas untuk mencegah risiko kebakaran akibat kebocoran pasca-guncangan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Triadi Atmono menyampaikan, berdasarkan laporan resmi BMKG, pusat gempa berada sekitar 90 kilometer di perairan tenggara Kabupaten Pacitan dengan kedalaman 10 kilometer.

Informasi yang kami terima dari BMKG, gempa terjadi di laut dengan kedalaman dangkal,” ujar Triadi dalam pesan singkat di grup internal BPBD Trenggalek.

Ia menambahkan, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Hingga Jumat pagi, BPBD belum menerima laporan adanya korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut.

Meski demikian, guncangan gempa yang cukup kuat sempat membangunkan warga dari tidur dan menimbulkan kepanikan, dengan sebagian warga memilih keluar rumah untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. (***)

Editor : Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *