banner 728x250

Warga Keluhkan Jalan Rusak, Legislator PKS Trenggalek Siap Kawal di DPRD

banner 120x600
banner 468x60

Foto : Istimewa/ Dian Arifin Anggota dewan dari PKS jemput aspirasi masyarakat

​TRENGGALEK – Anggota DPRD Kabupaten Trenggalek dari Fraksi PKS, Diyan Arifin, kembali turun ke lapangan guna menjemput aspirasi masyarakat.

banner 325x300

Kegiatan dalam rangka Reses Masa Sidang II Tahun 2025/2026 ini digelar pada Minggu, 2 Februari 2026, bertempat di Desa Malasan, Kecamatan Durenan.

​Sebagai wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2 (Durenan dan Pogalan), Diyan memanfaatkan momentum ini untuk berdialog langsung dengan sekitar 30 warga yang mewakili Dusun Malasan, Compok, dan Nglandean. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Umum DPD PKS Trenggalek, Edy Santoso, serta Ketua DPC PKS Durenan, Mulyakin.

​Dalam suasana dialog yang hangat dan interaktif, warga menyampaikan sejumlah persoalan krusial yang selama ini menghambat mobilitas dan kesejahteraan mereka.

Beberapa poin utama yang disuarakan antara lain:

​Kerusakan Jalan Utama: Kondisi jalan desa yang membentang dari Jembatan Merah Pandean hingga batas Bangun Jaya Tulungagung dilaporkan rusak parah dan berlubang.

​Kelanjutan Pavingisasi: Warga mempertanyakan kelanjutan pembangunan jalan di Dusun Compok–Nglandean yang terhenti.

Informasi yang berkembang, anggaran Dana Desa dialihkan untuk program Koperasi Merah Putih.

​Akurasi Data BLT: Warga menilai data penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah pusat saat ini tidak valid dan seringkali salah sasaran.

​Menanggapi hal tersebut, Diyan Arifin menegaskan akan membawa seluruh catatan ini ke dalam rapat-rapat di DPRD.

“Kami akan berupaya maksimal mencarikan solusi, baik melalui koordinasi dengan dinas terkait maupun melalui jalur kebijakan anggaran di legislatif,” tegasnya.

​Di sela diskusi, Ketua DPC PKS Durenan, Mulyakin, memberikan pesan menyentuh mengenai esensi berpolitik. Ia mengajak masyarakat melihat politik sebagai instrumen perjuangan.

​”Jika tidak diniatkan sebagai ibadah, politik akan terasa berat karena stigma negatif di masyarakat.

Namun, jika dijalankan dengan benar untuk kemaslahatan umat, ini bisa menjadi amal jariyah,” ujar Mulyakin.

​Apresiasi juga datang dari Sekretaris Umum DPD PKS Trenggalek, Edy Santoso. Sebagai putra daerah asli Desa Malasan, Edy mengaku bangga dengan antusiasme warga dalam berdiskusi. Ia menilai reses kali ini merupakan salah satu yang paling hidup dan partisipatif.

​”Perjuangan ini personal bagi saya. Sebagai warga Malasan, saya ingin desa kita semakin baik, dan melalui PKS, kita akan kawal aspirasi ini hingga tuntas,” pungkas Edy.

​Kegiatan reses ditutup dengan harapan besar dari warga agar usulan mengenai perbaikan jalan segera terealisasi demi kelancaran ekonomi desa.

Editor : Dahono

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *