Foto : Boby / Politikus senior Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Alwi Burhanudin saat wawancara dengan awak media maknajatim.net
TRENGGALEK MAKÑAJATIM –
Trenggalek berduka kembali, hujan deras dengan intensitas tinggi, mengakibatkan terjadi bencana alam tanah longsor di Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek.
Alwi Burhanudin politikus senior dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) nengatakan, Pertama kita ucapkan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan prihatin, atas kejadian ini.
Kita melihat di Desa Depok ini sudah kesekian kali terjadi tanah longsor.
⁸
“Seingat saya kejadian yang menimbulkan korban jiwa sudah dua kali, waktunya berdekatan tahun kemarin dan tahun ini.
Atas kondisi tersebut saya menanyakan kinerja pemkab , kenapa seperti ini, apakah sudah melakukan mitigasi.
Ketika tahun kemarin terjadi tanah longsor ada korban yang meninggal dunia, bahkan dikunjungi oleh gubernur dijanjikan mitigasi yang mendalam.
Seharusnya masyarakat diberitahu hasil mitigasi nya, itu yang kita harapkan.
“Karena ini tidak cukup sekedar ucapan duka cita, dan santunan kepada korban.” kata Alwi.
Tetapi dibalik ini kemungkinan, kinerja pemkab tidak maksimal.
” Seharusnya hasil mitigasi itu disampaikan pada masyarakat, sehingga masyarakat bisa mengevaluasi, posisi nya rawan atau tidak. “ungkapnya.
Kejadian ini tidak boleh terulang kembali, sedapatnya dicegah dengan mitigasi yang mendalam disemua wilayah.
Menanggapi kelengahan atau kekurang cermatan pemerintah sendiri, karena kemarin ada kejadian, ada korban yang meninggal, antara kejadian kemarin dengan kejadian hari ini, apa action yang sudah dilakukan oleh pemkab, selain santunan dan relokasi.
Ada nggak mitigasi yang mendalam diantara dua peristiwa ini .
” Kalau tidak ada mitigasi dan tidak ada hasilnya, berarti sama aja bohong.” kata politikus senior PKS Alwi Burhanudin
Ditambahkan kepada teman teman anggota dewan, pertama harus menunjukan empati dan menekan bupati, untuk segera melakukan tindakan yang preventif agar tidak membuat trauma masyarakat. tutupnya.
Editor : Tatang


















