banner 728x250

Malam pergantian tahun Bupati Ipin diskusi flm dokumenter tambang emas Ra Ritek

banner 120x600
banner 468x60

Foto : Prokopim / Bupati Nur Arifin menonton dan mendiskusikan film dokumenter berjudul Tambang Emas Ra Ritek

TRENGGALEK MAKNAJATIM –
​Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, mengisi malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 dengan menonton dan mendiskusikan film dokumenter berjudul “Tambang Emas Ra Ritek” di Pendopo Trenggalek. (31/12/2025).

banner 325x300

Film karya sineas muda Trenggalek ini baru saja meraih Piala Citra FFI 2025 untuk kategori film dokumenter panjang terbaik.

Dalam pemutaran film ini sejalan dengan komitmen Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini untuk menjaga kelestarian alam Trenggalek.

Film ini mengangkat isu perjuangan warga menolak eksploitasi tambang emas karena potensi kerusakan lingkungan, khususnya rusaknya sumber mata air.

Dalam sesi diskusi, Mas Ipin menyampaikan komitmennya menolak tambang hingga akhir masa jabatannya.

“Berharap panjang umur dan dapat menyelesaikan masa jabatan hingga 2029, tahun berakhirnya izin tambang tersebut.”ujarnya.

Komitmen ini juga dikunci dengan penyusunan Perda Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RJPD) yang memuat visi misi mewujudkan Net Zero Karbon 2045.

” Regulasi ini diharapkan dapat menjaga kelestarian ekologi Trenggalek, ungkapnya meskipun sudah tidak menjabat.

Ia juga mengingatkan bahwa benteng terkuat untuk menjaga lingkungan ada di tangan masyarakat, karena kedaulatan kembali kepada mereka.

​Lebih lanjut Mas Ipin dalam kesempatan tersebut mengenang pesan kakeknya, yang mewariskan pesan Bung Karno saat berkunjung ke Trenggalek pada tahun 1950, yaitu: “Kalau mau tetel alase kudu ketel” (kalau mau makannya cukup, hutannya harus rindang/terjaga).

Pesan ini menjadi pengingat bagi Mas Ipin bahwa, kesejahteraan masyarakat Trenggalek bergantung pada upaya menjaga alam.

​Terpisah Sutradara film, Alvina N. A berharap film ini dapat terus diputar di desa-desa untuk mengedukasi masyarakat mengenai dampak negatif aktivitas tambang.

​Masyarakat memberikan tanggapan positif. Salah satu warga, Amin Tohari, setuju menolak tambang karena Trenggalek sudah terdampak bencana banjir tahunan, tanpa adanya eksploitasi tambang.

Amin juga berharap pemerintah tidak mengeksploitasi masyarakat melalui peningkatan pajak, sebagai ganti penolakan tambang.tutupnya.

Editor : Tatang

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *