banner 728x250

Kadisdik Baru: Skor Asesmen atau Chemistry Bupati?

banner 120x600
banner 468x60

Penulis : Tatang Dahono Pimpinan Redaksi Maknajatim

TRENGGALEK MAKNAJATIM – Kursi panas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Trenggalek tak lama lagi akan ditinggalkan oleh Agus Setiono yang memasuki masa purna tugas.

banner 325x300

Kasak-kusuk mengenai siapa penggantinya mulai menghangat. Dinas Pendidikan bukan sekadar OPD biasa; ia adalah “kapal besar” dengan anggaran besar dan tanggung jawab moral membentuk masa depan generasi Trenggalek.

​Sejauh ini, publik tertuju pada dua nama senior yang sudah tidak asing lagi di lingkungan pendidikan:

​Saniran (Kadin Komindag): Sosok yang dikenal taktis. Meski kini menakhodai Komindag, rekam jejaknya di Dinas Pendidikan memberikan nilai tawar tersendiri.Ia dianggap memahami struktur dan “bahasa” orang-orang pendidikan.

​Sunyoto (Kaban Kesbangpol): Seorang birokrat lintas sektoral yang matang. Pengalamannya sebagai Sekdin Pendidikan dan Kadin Pariwisata menjadi modal kuat.

Ia punya kombinasi pemahaman manajerial pendidikan dan jaringan koordinasi yang luas.
​Secara hitung-hitungan di atas kertas, keduanya memiliki peluang yang sama besarnya (50:50).

Namun, dalam dunia birokrasi, variabel penentu bukan hanya soal siapa yang paling senior atau paling hafal teknis lapangan. Ada dua kunci utama yang akan menjadi penentu akhir:

​Skor Asesmen: Uji kompetensi akan menjadi pembuktian objektif. Siapa yang paling visioner dalam menerjemahkan tantangan pendidikan di era digital dan kurikulum yang terus dinamis.

​Faktor “Chemistry” dengan Bupati: Ini yang paling krusial. Kepala Dinas adalah pembantu Bupati. Sebagus apa pun programnya, jika tidak bisa menyelaraskan irama dengan visi misi Bupati, roda organisasi bisa tersendat.

Bupati butuh sosok yang tidak hanya bisa kerja, tapi bisa dipercaya dan diajak “berlari”.

Jangan lupa, politik birokrasi seringkali menghadirkan kejutan. Di luar dua nama tersebut, tidak menutup kemungkinan muncul sosok “Kuda Hitam” dari OPD lain atau hasil seleksi terbuka (lelang jabatan) yang memiliki skor asesmen melesat tinggi.

​Siapa pun yang terpilih nanti, tantangannya nyata: memeratakan kualitas pendidikan di pelosok Trenggalek dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Kita tunggu saja, siapa yang akhirnya dipilih oleh Bupati untuk memegang tongkat estafet ini. Wassalam.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *