Foto : Boby / HUT Partai Gerindra ke 18 secara sederhana di kantor DPC Gerindra
TRENGGALEK MAKNAJATIM – DPC Partai Gerindra Kabupaten Trenggalek nampaknya tidak ingin setengah hati dalam menguasai peta politik di Bumi Menak Sopal.
Setelah fokus pada penguatan kursi legislatif, partai besutan Prabowo Subianto ini kini mulai melebarkan sayapnya hingga ke struktur pemerintahan terkecil: Pemerintahan Desa.
Langkah strategis ini menurut Adib Fatoni Ketua DPC Gerindra Trenggalek dilakukan melalui pemetaan (mapping) wilayah secara masif untuk menjaring kader-kader potensial yang akan dipersiapkan bertarung dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2027 mendatang.
Bukan sekadar menempatkan orang, Gerindra Trenggalek menekankan pada kualitas kepemimpinan yang dekat dengan rakyat.
Proses penyaringan ini disebut-sebut sudah memasuki tahap krusial di tingkat kecamatan hingga Daerah Pemilihan (Dapil).
”Bagi kader yang memiliki jiwa sosial tinggi dan potensi kepemimpinan yang kuat, kami akan dorong untuk maju dalam Pilkades 2027.
Saat ini kami sedang dalam tahap ‘penggodokan’ dan pemetaan di setiap kecamatan dan Dapil,” ujar Adib Fatoni.
Dengan konsolidasi yang matang dan intensitas program sosial yang langsung menyentuh masyarakat bawah, partai ini yakin bisa menciptakan efek domino kemenangan dari tingkat desa hingga kabupaten.
Strategi ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memperkuat basis massa secara organik.
Pemimpin desa yang lahir dari rahim kader partai diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan program-program strategis partai sekaligus pelayan masyarakat yang mumpuni.
Target: Sapu bersih kemenangan di berbagai tingkatan kontestasi politik.
Fokus: Penjaringan kader untuk Pilkades 2027.
Kriteria: Memiliki jiwa sosial tinggi dan kepemimpinan kuat.
Metode: Mapping wilayah berbasis kecamatan dan Dapil.
Dengan dimulainya pergerakan ini, peta politik desa di Trenggalek diprediksi akan semakin dinamis dalam dua tahun ke depan.
Gerindra kini bukan lagi sekadar partai parlemen, melainkan kekuatan yang mulai merasuk hingga ke jantung pemerintahan desa.
Editor : Dahono


















